Template by:
Free Blog Templates

Minggu, 14 Desember 2008

Kertas Yang Bisa BIcara


Audio paper adalah kertas dengan ketebalan 0,75 milimeter ini memiliki ultrasmall speaker,microphone dan baterai di dalamnya.Pada musim gugur tahun 2005,kertas audio ukuran kartu pos dijual di department store Tokyu dengan harga ¥1,260(sekitar Rp 130000) per sheet.Kertas ini kemudian laku keras.

Kertas ini dapat merekam suara hingga 20 detik dan dapat diputar ulang sebanyak 50 kali hanya dengan menekan tombol.Kertas ini juga dibuat untuk ukran amplop sehingga dapat dikirim ke seluruh Jepang dengan memakai perangko seharga ¥80(sekitar Rp 8000).


Toppan Forms Co yang saat ini memasarkan kertas ini sedang mengembangkan kertas audio yang dapat menghasilkan suara artis dan pemain kabuki.Mereka juga mempertimbangkan kertas audio Braille bagi tunanetra.

Senin, 08 Desember 2008

KEITAI SHOUSETSU,READING NOVEL THROUGH MOBILE PHONE



Saat ini salah satu bacaan yang lagi digemari di Jepang adalah novel melalui handphone.Munculnya keitai shousetsu atau mobile phone novel berawal dari pesatnya perkembangan HP di Jepang.Para produsen HP pada awalnya berlomba-lomba menyediakan fitur2 canggih misalnya akses via internet mendorong lahirnya teknologi mobile phone novel ini.Cukup banyak alasan mengapa remaja putri Jepang begitu tergila gila pada keitai shousetsu ini.Salah satunya adalah faktor kepraktisan.Selama ada HP,mereka dapat membaca novel di mana saja dan kapan saja.Cerita yang disajikan juga sesuai dengan selera anak muda karena rata2 ditulis oleh pengarang muda.




Salah satu novel keitai shousetsu yang paling terkenal adalah Koizora yang dimuat dalam situs Maho no i Rando.Kesuksesannya dalam dunia Keitai shousetsu membuat novel ini dicetak dan terjual sebanyak 1 juta jilid dalam waktu 1 bulan.




Di lain pihak,kritikus menganggap keitai shosetsu ini menurunkan kualitas dunia literatur Jepang.Hal ini karena terbatasnya kapasitas huruf dalam HP dan cerita yang umumnya mudah ditebak.


Namun dari sisi lain,bukankah novel via HP ini akan membantu mengurangi global warming karena tidak dicetak dalam kertas?