Template by:
Free Blog Templates

Minggu, 21 Desember 2008

Handphone 1,4 miliar?



Saat ini handphone bukan lagi menjadi alat komunikasi belaka melainkan juga sebagai prestise pemiliknya.Hal ini mendorong salah satu produsen HP di Jepang menciptakan HP yang luar biasa..mahalnya.


Softbank Mobile, Jepang, Jumat (7/11), melaporkan, delapan ponsel edisi terbatas bertatakan 537 berlian dari Tiffany and Co habis terjual hanya dalam tiga hari. Ponsel yang dirancang khusus dan terbatas hanya dibuat delapan unit di seluruh dunia ini dijual sekitar 13 juta yen atau sekitar Rp 1,4 miliar per unit pada 1 November. ”Delapan ponsel itu habis terjual pada 3 November,” ujar Katsuhide Furuya dari Softbank Mobile.Jepang selama ini dikenal sebagai pasar barang mewah terbesar di dunia, di mana hampir semua orang dari 127 juta penduduk Jepang memiliki ponsel. Tiffany and Co, perusahaan fesyen terkemuka, lantas merancang ponsel dengan berlian yang ternyata laku keras hanya dalam tiga hari. Awal tahun ini NTT DoCoMo Inc, perusahaan rival Softbank Mobile, juga meluncurkan ponsel rancangan Prada, Italia, yang juga laku keras.

Rabu, 17 Desember 2008

Ticketing Robot




Kecanggihan teknologi kereta api di Jepang memang tidak diragukan lagi.Perusahaan elektronik NEC belum lama ini memamerkan robot penjual tiket yang akan melayani segala macam bentuk pembayaran maupun pembelian mulai dari tiket kereta api, voucher diskon dan lainnya.Tiket kereta api di Jepang memang tidak dijual seperti halnya di Indonesia(yang memakai tenaga manusia),melainkan mesin penjual otomatis dan pengecekan tiket otomatis.Dan hebatnya lagi,pembayaran tidak dilakukan dengan uang tunai tapi menggunakan handphone atau dikenal dengan wallet handphone.


Bedanya dengan mesin penjual tiket yang biasanya berbentuk sebuah kotak, robot ini punya beberapa kelebihan seperti Face Recognition (pengenal wajah) melalui kameranya dimana bagi pelanggan regular, si robot bisa langsung mengenalinya.

Selain itu, melalui kamera tersebut, si robot dapat mengidentifikasi umur dan jenis kelamin seseorang sehingga mereka bisa menampilkan iklan yang sesuai dengan umur ataupun jenis kelamin.Dengan kemampuan ini,bisa dipastikan para marketer produk tidak perlu lagi membagikan brosur melalui para SPG mereka namun langsung melalui robot ini yang dijamin akan lebih tepat sasaran.